Faktor Yang Mempengaruhi Kesetimbangan Kimia

Kesetimbangan kimia merupakan suatu kondisi yang terjadi dalam proses reaksi kimia, yang dapat dibalik atau reversibel. Maksudnya dalam reaksi ini tidak melibatkan perubahan jumlah reaktan ataupun jumlah produk kimia yang dihasilkan.

Reaksi reversibel memungkinkan terbentuknya produk yang dapat bereaksi kembali menghasilkan reaktan seperti semula. Ketika sebuah reaksi kimia telah mengalami kondisi ini, dapat dikatakan reaksi yang terjadi sudah selesai.

Prinsip kesetimbangan dirumuskan dalam asas Chatelier yang berbunyi “apabila sebuah faktor dari luar mempengaruhi kesetimbangan, maka dalam reaksi tersebut kesetimbangan akan bergeser agar dapat mengurangi pengaruh, sehingga diperolehlah kesetimbangan baru”.

Berbagai Faktor yang Dapat Mempengaruhi Kesetimbangan Kimia

Berdasarkan asas di atas, berikut faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kesetimbangan reaksi kimia.

Perubahan Suhu

Perubahan suhu dapat mempengaruhi kesetimbangan kimia. Dalam sebuah sistem setimbang, pengaruh suhu berhubungan dengan panas reaksi.

Pada reaksi endoterm, suhu panas akan diserap sehingga dapat menghasilkan nilai entalpi berupa reaksi positif. Peristiwa pergeseran suhu ini berkaitan dengan reaksi endoterm yang dapat menyerap atau melepaskan panas, sesuai perubahan suhu yang terjadi. 

Pada saat suhu sistem setimbang dinaikkan, sesuai hukum Chatelier kesetimbangan akan bergeser menuju sisi yang menghasilkan reaksi endoterm.

Sementara itu, ketika suhu mengalami penurunan, maka reaksi yang terjadi akan bergeser menuju sisi yang melepaskan panas melalui reaksi endoterm. Perubahan suhu panas yang naik dan turun ini turut mempengaruhi terjadinya kesetimbangan dalam reaksi kimia.

Perubahan Tekanan

Kesetimbangan kimia juga dapat dipengaruhi oleh perubahan tekanan. Faktor ini hanya dapat terjadi jika benda yang mengalami reaksi melibatkan zat berupa gas. Perubahan tekanan dalam sistem kesetimbangan dapat mengganggu reaksi yang terjadi. Koefisien reaksi dalam kesetimbangan berpengaruh dalam menentukan jumlah mol sebuah zat, karena koefisien tersebut menentukan jumlah mol yang terkandung di dalam suatu zat.

Dikutip dari hstack.org, pada saat tekanan zat meningkat, maka akan menyebabkan volume zat berkurang. Ketika kondisi ini terjadi, kesetimbangan yang terjadi akan bergeser menuju sisi yang mempunyai jumlah mol lebih sedikit. Begitu pun sebaliknya, pada saat volume zat meningkat, tekanan akan menurun sehingga menyebabkan pergeseran titik kesetimbangan menuju sisi yang mempunyai jumlah mol lebih banyak.

Perubahan Konsentrasi

Perubahan konsentrasi juga dapat mempengaruhi kesetimbangan kimia. Sesuai dengan prinsip yang dikemukakan Chatelier, penambahan reaktan di dalam suatu sistem yang sudah setimbang dapat menggeser reaksi sehingga bergerak menuju arah kanan (searah produk), dan berlaku sebaliknya, pengurangan reaktan dapat menggeser reaksi menuju arah kiri (searah reaktan).

Ada dua cara yang bisa dilakukan untuk mengubah konsentrasi suatu zat. Pertama, yaitu dengan menaikkan atau menurunkan konsentrasi reaktan atau hasil reaksi. Kedua, dengan cara melakukan pengenceran berupa menambahkan pelarut berbentuk cair (seperti air) sehingga konsentrasi reaktan zat dapat terlarut di dalamnya. 

Untuk bisa mencapai kesetimbangan, ada rumus tertentu yang digunakan dalam faktor perubahan konsentrasi. Proses ini dapat menggeser kesetimbangan dengan prasyarat total jumlah reaktan tidak sama dengan total jumlah mol pada produk reaksi.

Meskipun demikian, perubahan konsentrasi yang terjadi tidak berakibat pada perubahan hasil sehingga dapat mencapai kesetimbangan. Bisa dicek tabel periodik unsur-unsur kimia.

Kata Penutup

Pada intinya, kesetimbangan kimia ini dapat terjadi ketika dalam sebuah reaksi kimia reaktan penyusun dan produk yang dihasilkan tidak mengalami perubahan jumlah.

Oleh karena itu, ketika dibalik pun jumlah reaktan di awal sama dengan produk yang dihasilkan. Pada kondisi setimbang, dua atau lebih reaksi yang berlawanan dapat terjadi dengan kecepatan sama, sehingga tidak terjadi perubahan jumlah reaktan.